Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis tentang hal ini, karena saya cukup tergelitik dengan fenomena yang terjadi. Dulu pada saat duduk di SMP atau SMA, kita pernah belajar Fisika dan membahas topik mengenai usaha (work). Dinyatakan bahwa usaha (work) sebanding dengan gaya (force) yang bekerja pada suatu benda, yang mengakibatkan benda tersebut berpindah posisi pada jarak tertentu (distance). Untuk perpindahan posisi dalam gerak lurus tanpa membentuk sudut, maka formula untuk menghitung besarnya usaha dapat dinyatakan sebagai berikut:
usaha (work) = gaya (force) x jarak (distance)
Dari rumus di atas, ada empat permutasi untuk menghitung besarnya usaha yang dihasilkan, yaitu:
- tidak ada gaya yang bekerja pada benda, namun benda mengalami perpindahan posisi (gaya = 0, jarak <> 0)
- tidak ada gaya yang bekerja dan tidak ada perpindahan jarak (gaya = jarak = 0)
- ada gaya yang bekerja pada benda, mengakibatkan adanya perpindahan posisi (gaya <> 0, jarak <> 0)
- ada gaya yang bekerja pada benda, namun benda tidak mengalami perpindahan posisi (gaya <> 0, jarak = 0)
Mari kita ulas satu-satu keempat permutasi di atas. Pada permutasi yang pertama, menurut kesimpulan pribadi saya, sangat tidak mungkin terjadi. Bayangkan jika sebuah buku atau mobil yang berada di sebuah permukaan yang datar, tiba-tiba dapat bergerak dengan sendirinya, berpindah ke posisi yang lain. Kalau seandainya suatu masa kita kebetulan melihat fenomena ini, kemungkinan besar kita akan terlari terbirit-birit dan bulu kuduk sudah berdiri semua, he..he…
Permutasi yang kedua, ketiga, dan keempat merupakan fenomena yang sering terjadi di sekitar kita. Namun untuk permutasi keempat, ada hal yang menarik yang bisa diamati dan bila kita mencoba untuk melihatnya dari sisi yang berbeda, akan menghasilkan hal yang lebih menarik lagi. Perhatikan bahwa di permutasi keempat, besarnya usaha yang dihasilkan adalah nol karena tidak ada perpindahana jarak yang terjadi walaupun gaya diberikan pada benda tersebut. Dengan menggunakan istilah saya sendiri, hal ini saya sebut sebagai “tidak melakukan usaha“. Contoh konkrit mengenai hal ini adalah ketika seseorang berusaha mendorong tembok rumah. Gaya yang diberikan ke tembok rumah tersebut sudah sedemikian besarnya sampai-sampai tenaga orang yang mendorong sudah habis dan banjir keringat, namun tetap saja tembok tidak bergerak sedikit pun. Lebih naas lagi, berdasarkan formula fisika di atas, kita dapat mengatakan bahwa orang tersebut tidak melakukan usaha (dengan istilah lain, tidak berusaha) ketika mendorong tembok tersebut.
Nah sekarang mari kita lihat peristiwa di atas melalui sudut pandang lain, yang lebih bersifat sosial-managerial. Misalkan seseorang berposisi sebagai atasan di suatu institusi, yang memiliki wewenang untuk mengambil keputusan strategis. Pada masa tertentu, dicanangkan program untuk membuat institusi tersebut menjadi lebih baik. Sekian puluh skenario dan program dirumuskan dan dengan memberdayakan potensi insani yang bekerja di perusahaan tersebut, ekspektasi bahwa kualitas institusi dapat lebih meningkat dapat tercapai. Segenap tenaga dan pikiran serta dedikasi dicurahkan demi tercapainya peningkatan kualitas. Namun tanpa disadari, dalam rangkaian kerja yang merupakan bagian dari program peningkatan kualitas institusi, tidak ada satu pun perubahan yang berhasil meningkatkan kualitas institusi. Singkat cerita, di akhir masa pelaksanaan program, setelah melakukan evaluasi tentunya, disimpulkan bahwa kualitas institusi tidak lebih buruk dan sekaligus juga tidak lebih baik dibandingkan kondisi sebelum program peningkatan kualitas dilaksanakan. Dengan kata lain, kualitas institusi tidak mengalami perubahan sama sekali.
Dengan mengandaikan bahwa besarnya gaya adalah total dari peluh keringat, tenaga, pikiran, waktu, dan dedikasi yang disumbangkan oleh orang per orang yang bekerja di dalam perusahaan tersebut dan jarak adalah besarnya peningkatan kualitas institusi (dalam kasus di atas, jarak sama dengan nol), maka dengan meminjam istilah yang telah disebutkan di atas, orang per orang di dalam institusi tersebut tidak melakukan usaha.
Inti dari ilustrasi di atas adalah sebesar apapun tenaga yang kita dedikasikan untuk suatu hal tertentu, tapi pada akhirnya tidak ada hasil yang dicapai, maka di akhir dapat dikatakan bahwa selama ini orang tersebut tidak melakukan usaha. Jadi berhati-hati dan cermatlah untuk menentukan pencapaian, sehingga segala jerih payah yang kita berikan (tenaga, waktu, dedikasi, pikiran) tidak berakhir dengan kesimpulan bahwa kita tidak melakukan usaha sama sekali.
Be rationale, don’t over confidence.